Catatan Pendakian Gunung Kinibalu

Kinibalu adalah nama sebuah kota, sekaligus gunung, di negara bagian Sabah, Malaysia. Gunung Kinibalu merupakan bagian dari Kinibalu Park (taman nasional) yang dilindungi oleh World Heritage Site. Gungung tersebut adalah gunung tertinggi di Malaysia. Kisah berikut merupakan catatan perjalanan seorang teman ketika mendaki Gunung Kinibalu selama 4 hari perjalanan. Pendakian tersebut dilakukan pada 25-28 Februari 2012(4 hari). Saya edit dan moderasi sedikit agar tidak berantakan.

Gunung Kinibalu dilihat dari Kundasan (sumber: Wikipedia)

Dua Minggu sebelumnya… 

Berawal dari ajakan camer saya bergegas menyiapkan dokumen, terutama paspor, dan peralatan gunung saya yang udah hampir setahun terbengkalai. Perasaan sungkan, semangat dan penasaran bercampur aduk, karena ini pertama kalinya saya naik gunung di luar negeri, bareng rekan perjalanan yang sangat berbeda dari perjalanan saya mendaki sebelumnya.

Day 0 

Setelah packing, kami bergegas ke Juanda untuk perjalanan ke Jakarta. Karena pesawat Air Asia ke Kota Kinabalu (disingkat KK) hanya ada dari Jakarta. Alhamdulillah pesawat on time. Di Terminal 3 Soetta kami bertemu rombongan dari Jakarta dan Bandung. Sedangkan rombongan dari Batam, Malaysia, dan Singapura langsung ke KK. Rombongan tersebut adalah para WNI yg kerja disana. Fyi, perjalanan kami semua ke Gunung Kinabalu berada dibawah naungan Karas Adventure yang bertanggungjawab atas semua, mulai transport, akomodasi, perijinan, dan asuransi. Gampangannya, semua peserta tinggal bayar, terima beres, tapi tetap memperhatikan aturan umum pendaki gunung, terutama fisik dan mental.

Day 1

Tengah malam kami sampai di Bandara Kota Kinabalu. Langsung dijemput mobil dan di-drop di hostel. Sampai hostel kami sedikit mendapatkan briefing buat acara besok, dan dilakukan pembagian kaos.

Hostel di Kota Kinibalu

Pagi hari pukul 5 kami sudah bangun dan bersiap berangkat ke Kinabalu National Park. Perjalanan menggunakan mobil, melewati jalanan KK yang lengang, dan pemandangan pantai yang indah sampai pegunungan yang megah. Perjalanan berlangsung sekitar 2 jam. Kami sampai di pos perijinan Kinabalu National Park yang dikelola oleh Sutera Sanctuary Lodge. Perijinan diurus oleh koordinator, sedangkan kami menyempatkan diri foto-foto.

Pos perijinan Sanctuary lodge

Sebelum memulai pendakian, kami mendapat briefing singkat mengenai pendakian tersebut. Kami mendapat ID card yang digunakan untuk check in di beberapa pos tertentu yang ada gerbangnya. Kami juga dikasih sarapan lho gan.

Jalan setapak menuju jalur pendakian

Hall of flame Climbathon 2011 di Kinibalu

Menu Sarapan 
Kinibalu summit trail

Selama pendakian, saya hanya membawa daypack yang isinya pakaian ganti, balaclava, kacamata, kaos kaki dan hand warmer, cemilan, minuman (termasuk minuman berenergi), senter, dan jas hujan. Perjalanan cukup santai. Jalannya sangat jelas dan tampak memang ditata khusus untuk pendaki dan wisatawan. Seringkali saya disalip atau simpangan dengan porter yang bawaannya super berat dengan alat yg sangat sederhana. Sering juga disalip oleh pendaki bule, baik cowok atau cewek yang langkahnya memang panjang dan konstan.

Jalur pendakian awal

Sampai pos yang terletak di tengah jalur, kami mengisi perut dengan bekal dari Sutera Sanctuary tadi. Lumayan menambah tenaga. Langit mulai mendung dan berkabut. Gerimis pun mulai turun. Kami bersegera melanjutkan pendakian. Sekitar pukul 15.00 saya sampai di Laban Rata Hut, sebuah penginapan yang terletak di ketinggian sekitar 3000 mdpl. Penginapannya tampak megah dan besar, terdiri dari 3 lantai. Beberapa pendaki yang tidak kebagian kamar di Laban Rata (yang mendaftar terakhir) dapat menginap di Gunting Lagadan Hut (sekitar 400 meter dari Laban Rata).

Pos Pertama

Setelah masuk kamar dan menaruh daypack, saya segera bergabung dengan grup pendakian di Lounge yg jadi satu dengan dapur dan resto. Disana terdapat banyak makanan yang langsung tinggal ambil aja alias prasmanan alias buffet.

Laban rata berselimut kabut

Tidak lama kemudian matahari tenggelam dari barat dan kami menikmati pemandangan sunset dari balkon penginapan. Tampak dari arah timur para porter dan guide sedang bermain bola di tanah lapang, sejajar dengan awan. Malam harinya kami makan malam lebih awal. Agar bisa istirahat lebih awal juga. Saya sempat mandi pake shower dan air hangat. Jarang-jarang bisa kayak gini, di ketinggian 3000mdpl lebih pula.

Fasilitas peristirahatan di Laban rat

Day 2 

Sekitar pukul 4 kami semua sudah bangun dengan headlamp terpasang. Di Lounge sudah disediakan sarapan ringan ala barat. Roti dan variannya. Ada juga bubur ayam, sereal, dan berbagai minuman hangat. Para peserta tampak sarapan secukupnya, sedangkan saya makan sepuasnya Setelah puas mengisi sumber energi, kami semua beranjak pergi. Di luar masih gelap dan basah. Ternyata semalam hujan lumayan deras, dan saat itu masih gerimis sedikit-sedikit. Para guide tampak tak kenal lelah mengingatkan pendaki untuk berhati-hati. Kami, rombongan dari Indonesia, berkumpul di Gunting Lagadan Hut bersama beberapa peserta yang menginap disana. Dari sana, kami segera beranjak menuju puncak. Medan perjalanan didominasi bebatuan. Sampai pada satu titik, kami semua harus berjalan di medan yang hanya berupa batu, dengan bantuan rope. Dari sini kemiringan mulai tajam, dan langkah harus benar-benar diperhatikan supaya tidak terpeleset.

Menjelang puncak terdapat pos check point terakhir. Dari sana perjalanan mulai agak landai. Namun tetap harus berhati-hati, karena beberapa jalan terlihat basah karena hujan. Tampak cahaya senter berjajar berurutan dari kejauhan. Sekitar 300 meter menuju puncak, matahari tampak mengintip dari balik bebatuan. Sedangkan dibaliknya adalah samudra awan yang berkilauan tertimpa mentari. Subhanallah. Sungguh indah sekali.

Mentari menyembul di balik gunung saat sunrise

Siluet di atas awan

Saya dan beberapa rekan berfoto sejenak, sambil mengeluarkan bandrek panas dalam termos yg sudah saya racik tadi sebelum mendaki. Beberapa rekan perjalanan dari Malaysia sempat mencobanya, dan mereka suka Dari situ terlihat antrian pendaki ingin berfoto di Low’s Peak, puncak tertinggi Kinabalu. Memang, puncak tertinggi Kinabalu hanya terdiri dari sepetak batu yang lebar dan hanya cukup buat berdiri sekitar 5 orang dewasa. Puncak tersebut dikelilingi pagar pembatas—yang apabila kita mengintip akan tampak jurang yang dalam menganga dari kejauhan. Kinabalu memang gunung yang sangat tinggi dan indah. Subhanallah.

St. John peak, puncak tertinggi di Kinibalu

Day 3

Sampai di bawah, kami sempat makan siang sebentar lalu lanjut turun ke bawah sekitar pukul 4 sore. Kami menginap di hotel kecil di dekat Sutera Sanctuary. Besoknya kami makan-makan di sebuah resto seafood di pagi harinya, lalu ke pusat oleh-oleh dan ke toko outdoor terkemuka di Kota Kinabalu. Sekitar pukul 18, kami bertolak pulang ke Jakarta.

Epilog

Gunung Kinabalu sangat cocok untuk pendaki yg ingin keamanan dan kenyamanannya terjamin penuh. Karena ikut tur, saya tidak tahu rincian biayanya secara detail. Biaya tur yg saya ikuti adalah 6 juta rupiah, termasuk tiket PP Jakarta – Kota Kinabalu, biaya pendakian, transportasi, dan akomodasi selama di sana.

Moral of The Story

Harus saya akui walau dengan berat hati, Malaysia memang selangkah lebih maju dalam hal pengelolaan tempat wisata. Dengan menggunakan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) harusnya kita bisa membuat salah satu gunung di tanah air kita menjadi senyaman dan se-asyik Gunung Kinabalu. Suatu saat. Semoga. Semoga saja.

Tips n’ tricks

Berikut adalah beberapa tips dan trick saat mendaki gunung Kinibalu:
  1. Arrange sendiri dan booking tiket jauh-jauh hari. Idealnya menggunakan Air Asia jika anda berangkat dari Surabaya atau Jakarta, dan pesanlah 5-6 bulan sebelum keberangkatan karena harganya bisa sangat murah (bisa mencapai 500 ribu pp lho…).
  2. Lakukan pendakian pada musim sepi, misal: Januari-Februari. Pada bulan ini tarif penginapan lebih murah, contoh MYR 330 untuk paket dua hari satu malam.
  3. Beri jeda 1 hari sebelum pendakian, artinya anda datang sehari sebelum pendakian (day 0).
  4. Selalu gunakan bus. Ongkos taksi, terlebih malam hari bisa sangat mahal, anda mau membayar tiket taksi seharga tiket pesawat? Ya, ini benar-benar terjadi di Malaysia.
  5. Beli perlengkapan/camilan di Kota. Karena di hut dan pos harganya akan lebih mahal, jika terpaksa belilah di pos daripada di hut/penginapan.
  6. Lakukan pendakian bertiga. Karena setiap pendaki wajib didampingi guide dan setiap porter hanya untuk mendampingi tiga pendaki. Tarif guide MYR 150 per Januari 2015.
  7. Jangan menggunakan jasa Porter. Karena setiap barang yang dibawa porter dihitung per kilogram, dan jasa porter juga tidak diperlukan karena kita dilarang bawa tenda, makanan berat, dll, karena sudah disediakan.
Total biaya perjalanan untuk melakukan pendakian ke Kinibalu untuk start dari Surabaya atau Jakarta biasanya berkisar antarana 3 – 5 juta rupiah (low cost).

WA = Pemborosan waktu ….?

Saya punya WA, tapi kadang saya jarang menggunakannya. Prinsip yang sama ketika saya memutuskan untuk memiliki smartphone: I don’t like smartphone, but I use it. Why? karena menurut saya, sekali lagi menurut saya, WA itu time consuming, menyita waktu. Bayangkan kalau dalam 10 menit kita membaca WA semenit, dalam sejam maka kita habiskan 6 menit, dalam sehari kita habiskan 144 menit atau 2 jam 14 menit. Orang lain mungkin menghabiskan 5 jam ng-wa daripada melakukan aktivitas lain. Bahkan menurut Quora, pengguna WA rata-rata menghabiskan 44% dari total waktu sehari untuk menggunakan WA atau 10.6 jam! Jika waktu ng-wa itu kita gunakan untuk aktivitas bermanfaat lain, betapa produktifnya hidup kita!

WA versi web

Ada teman bahkan berkelakar, setiap ada rapat baru ada grup WA baru. setiap ada pembentukan task force baru, ada grup WA baru. setiap ada perkumpulan/kepanitiaan baru, ada grup WA baru. Sebenarnya tidak masalah jika isi grup WA informatif dan sesuai dengan keperluan grup WA tsb, namun kebanyakan justru sebaliknya. Jika memang demikian, buatlah grup yang hanya untuk bercanda saja, yang dibutuhkan sebagai pengisi waktu luang ketika menunggu sesuatu, sebuah time killer.

Meski begitu saya tidak menguninstall wa, saya tidak memboikot WA. Karena terpaksa, karena sebagian hanya bisa dihubungi dengan lebih responsif melalui wa. Therefore, I encourage you to use the alternatives: email, sms, call, hangout, line or telegram. Line dan telegram menurut saya lebih manusiawi karena versi dekstopnya powerful. Dengan mengunakan alternatif lain, kita bisa lebih produktif memanfaatkan waktu. For me: Less WA, more productive (Again, it may works for me only).

The last, saya tidak mengatakan WA=time wasting, meski terkadang, pada level tertentu, WA benar-benar sampah. Namun bila digunakan sewajarnya, yakni bila digunakan seperlunya saja tanpa men-share berita dan info tidak jelas, mungkin bisa lebih bermanfaat. Hal yang sama berlaku untuk facebook. Waktu itu ibarat pedang, jangan habiskan waktu anda membaca tulisan ini saja, lakukan hal positif lainnya. Vivat!

Berkelana dengan kereta tua di Ambarawa

Baru kali ini saya sangat menikmati perjalanan seorang diri di tempat wisata di tempat lokal. Perjalanan kali ini berasa perjalanan di Eropa atau di Jepang, cuma beda tempat, Indonesia tidak kalah dengan Eropa dan Jepang. Perjalanan seorang diri, naik kendaraan umum, tanya sana-sini, dibantu google maps yang sangat helpful dan saya benar-benar menikmatinya. Perjalanan dengan style yang mengingatkan saya akan perjalanan ke Inuyama castle (still my best adventure) dan perjalanan ke Goa grotta gigante, gua terbesar di Eropa saat itu. Here is the story..

Rute jalur kereta Api Ambarawa-Tuntang yang melintasi Danau Rawa Pening

Start perjalanan saya adalah dari daerah Srondol, area Sukun, kota semarang. tempat tinggal saya selama tiga minggu ini. Saya naik bis dari terminal bayangan sukun (depan swalayan Ada) menuju Bawen. Rute yang saya tuju adalah Sukun – Bawen – Ambarawa. Dari Sukun ke Bawen seharusnya tiket tidak mahal-mahal amat, mungkin sekitar 5000 – 10000, tapi saat itu saya ditarik 20000, tanpa diberi karcis pula. Tapi biarlah, itu mental masyarakat kita saat ini, atau memang ada tarif minimal karena bus-nya tujuan purwokerto? Dalam waktu sekitar setengah jam perjalanan sampailah di terminal Bawen, dari sana langsung keluar nyegat angkot (elf/colt, biasanya warna merah) menuju Ambarawa. Tarif dari Bawen ke Ambarawa adalah tiga ribu rupiah.

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 26, 2016 at 5:04pm PST

Di Ambarawa turunnya di Palagan Ambarawa, itu pemberhentian terakhir trayek angkot tsb, sekitar 15 menit dari Bawen. Total perjalanan sekitar satu jam dari Srondol, Semarang. Dari palagan saya berjalan kaki menuju stasiun Ambarawa. Jika anda pertama kali kesana, tidak perlu bingung, ikuti saja jalan (jalan yang mana ? yang kekiri, ikuti petunjuk tulisan), atau serahkan paga Google Maps.

Inilah Ambarawa, kota yang pernah menjadi home base militer Belanda, Raja Willem I dari Belanda memerintahkan untuk membangun stasiun yang akan digunakan untuk mengirim tentata ke Semarang. Maka jadilah stasiun Willem I yang kemudian menjadi stasiun menjadi stasiun Ambarawa. Berangkat dari Srondol dari jam 5.30, sekitar jam 7 saya sudah sampai stasiun ini, lenggang belum buka. Stasiun ini dibuka mulai pukul 7.30 pada hari Minggu. Saya menikmati jalan-jalan pagi sambil mengelilingi stasiun ini, menuju lapangan besar Jendral Sudirman (pangsar) dan mencari sarapan.

Jam 7.40 saya masuk ke stasiun, membeli tiket masuk, dan langsung menuju pembelian karcis kereta wisata. Karcis kereta ini sangat cepat ludes, sekitar jam 8 sudah habis untuk jadwal pemberangkatan jam 10, disusul untuk keberangkatan jam 12  dan jam 3 dalam satu jam berikutnya tiket sudah terjual. Sambil menunggu kereta, saya ‘mempelajari’ lokomototif-lokomotif tua yang ada disana, struktur stasiun dan perabot-perabotnya serta benda-benda lainnya yang terpajang di stasiun Willem I tersebut.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Jam 10 gerbong kereta wisata railwaymountain tour datang, gerbong-nya gerbong tua, namun memakai loko baru. Interior kereta ini masih sangat sederhana. Menggunakan gerbong CR:56-I yang beroperasi mulai tahun 1907, sebanyak tiga gerbong dan tiap gerbongnya mampu menampung 40 penumpang (spek, realitanya per gerbong 50 penumpang). Spesifikasi detail gerbong ini dapat dilihat pada gambar dibawah.

Awalnya saya duduk di kabin kereta tsb, namun akhirnya saya memilih keluar dan berada di bordes selama perjalanan pergi dan pulang. Dengan begitu, saya lebih mudah memotret (dengan smartphone). Beberapa momen saya videokan seperti mekanisme roda menggelinding di rel dan penyambungan loko dengan gerbong. Kereta ini berjalan cukup lambat, sekitar 5-10 km/jam, gambar yang kita potret pun terlihat bagus karena hanya sedikit getaran. Rute Ambarawa-Tuntang pada Google map dapat dilihat pada gambar pertama artikel ini.

A video posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 26, 2016 at 11:08pm PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

A video posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 26, 2016 at 11:20pm PST

Sekitar 40 menit perjalalanan sampailah perjalanan di stasiun Tuntang. Sama halnya dengan stasiun Ambarawa, stasiun Tuntang saat ini hanya menjadi stasiun pemberhentian kereta wisata. Namun struktur bangunan stasiunnya masih lengkap, termasuk rumah dinas kepala stasiun. Sekitar 15 menit berhenti di stasiun Tuntang, perjalanan dilanjutkan kembali menuju stasiun Ambarawa.

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 26, 2016 at 9:11pm PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Perjalanan kembali ke Sukun saya tempuh dari Ambarawa ke Ungaran (naik angkot merah), turun di pertigaan Taman Unyil (setelah terminal Ungaran), kemudian naik bis kecil turun di Sukun. Biaya perjalanan tersebut sebesar 6000 rupiah untuk angkot dan 4000 rupiah untuk bis.

Rawa Pening 

Sepanjang perjalanan Ambarawa-Tuntang, kita akan menikmati pemandangan yang sungguh menakjubkan: Danau Rawa Pening berlatar Gunung Merbabu. Pemandangan ini mengingatkan saya akan akan tanuki lake yang berlatar gunung Fuji (Hopefully, I can go to there again). Subhanallah. Danau ini menempati kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 26, 2016 at 8:58pm PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Dec 1, 2016 at 5:41am PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Diklat Prajab: Lesson Learned

Tiga minggu ini saya mengikuti diklat prajab, mengimplementasikan apa yang saya dapatkan selama dua minggu kedepan, dan mempresentasikannya pada minggu kelima dari total durasi waktu. Jadi formatnya, tiga minggu on, 2 minggu off, dan presentasi laporan diakhir minggu ke-5 tsb. Apa yang saya dapatkan selama tiga minggu ini? apa yang akan saya lakukan selama dua minggu kedepan? Apa yang akan saya presentasikan sebagai laporan akhir? Tulisan ini dibagi menjadi 5 section: Pendahuluan, Routine Yes Supersitions No, ANEKA, Review dan Attachment

Foto bersama Widyaiswara, Gol 3, Angkatan 22 Balai Diklat Prov. Jateng

Pendahuluan

First of first, ini konsep saya memilih pekerjaan: Menjadi peneliti itu impian, menjadi pns/asn itu pilihan –> impian harus diraih, pilihan boleh dipilih. Dan saya sudah memilihnya. Sebagai konsekuensi logis dari abdi negara, saya harus mengikuti serangkaian diklat untuk menghilangkan huruf “C” dari jabatan cpns saya. Realistis.

Routines yes, superstitions no.

Ini mungkin adalah manfaat terbesar saya mengikuti diklat ini: membiasakan rutinitas (yang baik), membentuk pola (hidup). Manfaat terbesar tinggal di asrama adalah membiasakan rutinitas: bangun jam 3 pagi, olahraga jam 4, sarapan jam 7, makan siang jam 12, makan malam jam 19, dan tidur sekitar jam 22.00 WIB. Impact nya: sehat, disiplin waktu dan… keteraturan hidup. Rutinitas ini persis seperti yang saya alami sekitar 12 tahun yang lalu, saat saya nyantri di Pesantren Darul Ulum Jombang. Hal tersulit adalah tetap membiasakan rutinitas ini selepas diklat. InsyaAllah, komitmen harus dijalankan, jikalau tidak bisa sama dengan rutinitas ketika mengikuti diklat ini, paling tidak mendekati (minus apel pagi dan sore…:D ).

Aneka (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Anti Korupsi)

Ethics, itulah sebenarnya yang ingin disampaikan pemerintah (melalui lembaga administrasi negara, LAN) pada diklat prajab ini yang terangkum dalam ANEKA. Simply speaking, menurut saya akuntabilitas berkaitan dengan pertanggungjawaban, nasionalisme berkaitan dengan cinta tanah air, etika publik berkaitan dengan kode etik (baik sebagai ASN dan dosen), dan anti korupsi berkaitan dengan pemberantasan korupsi. Lebih detail, anda bisa cek modul pada tiap nilai-nilai dasar diatas yang langsung merefer sumber aslinya dari Lembaga Administrasi negara. Dengan bahasa lain yang sederhana, anda bisa melihat penjelasan saya tentang nilai-nilai dasar profesi PNS tsb pada bagian attachment di akhir halaman ini.

Review

Alhamdulillah, saya telah diberi beberapa kesempatan untuk mengikuti diklat, workshop dan sejenisnya baik di dalam negeri maupun di LN: Jepang, Malaysia, Italia. Jika saya bandingkan, diklat prajabatan ini sungguh menarik, baik dan penting untuk calon ASN/PNS. 
  • Jika boleh (dan sepertinya tidak mungkin), saya mendambakan diklat seperti ini hanya dengan memakai t-shirt dan celana saja (seperti ketika mengikuti workshop di LN). Jikalaupun tidak, maka tidak perlu diharuskan memakai kemeja putih lengan panjang, sepatu pantofel, celana kain hitam disertai nameplate dan logo korpri. Apa esensinya? Toh, saat bekerja pun (dosen) juga tidak memakai seragam, yang penting rapi dan sopan.
  • Latihan kedisplinan perlu, namun juga tak harus memakai jasa militer/polisi. Esensinya untuk membentuk pola dibutuhkan rutinitas dan keistiqomahan. Mengajak dengan cara yang baik akan lebih baik daripada dengan paksaan. Syukur-syukur kalau diajak (kalau ini boleh dipaksa) tahajud bareng, subuhan bareng dan dilanjutkan olahraga bareng.

Attachment

Places to Visit in Semarang

While you are in Semarang, and you have one day left without any activity, or you came to Semarang for travelling, there are several interesting places to visit in Semarang, the capital of Central Java province. Why the capital of central java is Semarang, not the Solo, previous sultanate of Surakarta? Well, I think it is due to historical reason. This city is the oldest in central Java, built by Islam spreader, then the VOC was came and built the city. Semarang derived from the name of “asem” (tart) and “arang” (charcoal). So here are my list of one-day traveling in Semarang.

1. Lawang Sewu

Lawang Sewu (“Thousand Doors”) is a landmark in Semarang, Central Java, Indonesia, built as the headquarters of the Dutch East Indies Railway Company. The colonial era building is famous as a haunted house, though the Semarang city government has attempted to rebrand it. The Former names of this building Administratiegebouw Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. The Groundbreaking was started in 1904 and Completed in 1919, but it was opened since 1907. Now the Owner is PT Kereta Api (Indonesia railway company). This building shows very strong construction, the wall thick is twice of current brick length. You can see the images and its blueprint below.

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 11, 2016 at 10:50pm PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js


Blueprint of Lawang Sewu building (source: Wiki)

2. Sam Poo Kong
Sam Poo Kong (Chinese: 三保洞; pinyin: Sānbǎo Dòng), also known as Gedung Batu Temple, is the oldest Chinese temple in Semarang, Central Java, Indonesia. Originally established by the Chinese Muslim explorer Zheng He (also known as Sanbao), it is now shared by Indonesians of multiple religious denominations, including Muslims and Buddhists, and ethnicities, including Chinese and Javanese. One of the relic found there is a text “Let’s make meditation by listening the reading of Quran”.

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 11, 2016 at 10:21pm PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js 3. The Old Town
As stated previously, Semarang is the oldest city in central java, hence many heritage there. It was proposed as world cultural heritage to UNESCO. Semarang Old Town is the location of important point for Semarang city growth. On the site, trading activities involving international cruise lines have been developed since early 20th century. Utilization of steam and gas engines are the common thing at that time. Together with the train stations, ports, Kali Semarang, as well as Chinatown, Kampung Melayu, the site shaped the Semarang region as a whole. There are three key words to understand the Semarang Old City in the early 20th century, there are cosmopolitan, trade, and services. The site also integrated with industrial plants and the natural resources that come from Central Java. So that it gives the impact of modern culture for all cities in Central Java. Colonial architecture appeared and crossed with local conditions, presents the unique character to the site. All of it is because there has been an obvious aim for directing the site as the center of trade and services in Semarang. The main landmark is taman srigunting park along with blenduk church.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js 4. Simpang Lima
Simpang lima (five cross-road) maybe the center of Semarang city. If most of everycity in Indonesia have alun-alun (field at the center of city), this Simplang lima replaced the old alun-alun that is lost due to development of the city. There you can relax at the park, sightseeing in mall, find the best food or do praying at mosque close to the park.

Simpang Lima, aerial view (source: Wiki)

4. Grand Mosque of Central Java
The mosque complex covers 10 hectares (25 acres). There are three central buildings arranged in the shape of a U, with the domed mosque at the centre; all buildings have pitched, tiled roofs, while the central mosque has four minarets. The central roof resembles the roof of a “joglo”, the traditional Javanese house, and symbolises the rising steps toward heaven or to gain God’s blessing. The long buildings forming the arms of the U house a library and auditorium respectively;[2] the auditorium can hold up to 2,000 people. The architect is Ir. H. Ahmad Fanani and the architectural style is mix of Javanese, Arabic, and Greek. This mosque was established 2006.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js
5. The Pagoda
If you still need a place to take photo, you could visit Pagoda Avalokitesvara Semarang. Pagoda Avalokitesvara Semarang is Buddhist temple which is inaugurated as the highest and most beautiful temple in Indonesia (By the Museum Rekor Indonesia (MURI) on 14 July 2006 on whirch this temple also officialy opened by Bhikkhu Pannavaro Mahathera.

A photo posted by Bagus Tris Atmaja (@bagustris) on Nov 11, 2016 at 10:21pm PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Enjoy Indonesia, Visit Semarang!

Source:
– Compiled from many sources.

Tutorial KmPlot

KmPlot adalah tool untuk memplot (membuat grafik) berdasarkan suatu fungsi/persamaan matematika. Dengan tool ini, akan lebih cepat membuat kurva dari fungsi matematika daripada kita menggunakan GNU Octave ataupun GeoGebra. Untuk perhitungan yang lebih kompleks, analisa dengan Octave atau python tetap diperlukan. Tool ini sangat powerful untuk demo di kelas atau ketika kita menginginkan plot kasar dari suatu persamaan matematik, bisa karena belum tahu atau lupa.

Instalasi

Untuk menginstall KmPlot pada Ubuntu cukup mudah, yakni dengan perintah berikut:

sudo apt install kmplot

Untuk mengeceknya, buka dash (tekan Super) dan ketik Km, maka Kmplot akan muncul pada layar Dash. Klik ikon tersebut dan akan tampilan seperti dibawah.

Tampilan awal KmPlot

Tampilan diatas adalah tampilan defautl KmPlot. Untuk memplot sebuah fungsi, klik menu “Create”, maka akan muncul 5 menu baru. Jika anda masih awam dengan tipe-tipe plot tsb, penjelasan sederhanya adalah sbb.

  1. Cartesian Plot
  2. Pada mode Cartesian Plot, fungsi yang diplot adalah fungsi eksplisit. Fungsi eksplisit artinya f(x) dan x ditulis dalam yang terpisah, f(x) disebelah kiri dan x di sebelah kanan. Contoh fungsi ini adalah, $f(x)=x^2$, $f(x)=x^2+x-6$, dsb.

  3. Parametric Plot
  4. Pada fungsi parametrik, $x$ dan $y$ tidak terhubung secara langsung, biasanya dihubungkan oleh variabel $t$. Contoh fungsi parametrik adalah $f_x(t)=10+t, f_x(t)=sin(t)$, dll.

  5. Polar Plot
  6. Polar plot adalah plot fungsi pada bidang plot/lingkaran. Fungsi yang diplot pada polar plot biasanya merupakan fungsi yang bergantung pada variabel radius (r) dan sudut ($\theta$). Contoh fungsi yang bisa diplot pada polar plot misalnya pola keterarahan sumber suara, $I=\dfrac{I_0}{r^2}$

  7. Implicit Plot
  8. Implicit plot adalah kebalikan dari eksplisit plot, yakni variabel x dan y ditulis pada ruas yang sama. Contohnya $x^2+y^2=24$

  9. Differential Plot
  10. Differential plot adalah plot turunan dari fungsi, bisa turunan pertama, turunan kedua atau ke $n$. Contoh, $f'(x)=2x$.

Contoh

Contoh-contoh dibawah adalah beberapa fungsi yang saya plot dengan KmPlot. Fungsi-fungsi tsb juga merupakan soal ETS Matematika 1 tahun 2016 pada Departement Teknik Fisika ITS.
1. Grafik $x^2-3x+2$ (Cartesian Plot)

2. Grafik y= x2 + 4 (Cartesian Plot)
Grafik ini adalah grafik y= x2 yang digeser keatas sejauh 4 titik.

3. Grafik x= y2 – y
Grafik ini ditulis dalam Implicit Plot sebagai: $y^2-y-x$  

4. Grafik persamaan garis 4x+9y=36  Grafik diatas adalah persamaan garis lurus yang diplot melalui Implicit plot dimana memotong sumbu x pada x=9 dan memotong sumbu y pada y=4.

Menggunakan Slider: Contoh pada gerak parabola

Gerak parabola merupakan konsep gerak diperlambat pada Fisika. Misalkan sebuah benda bergerak sebagai berikut (penulisan sesuai KmPlot >> Parametric Plot):

  1. v_0=20 (Masukkan pada edit >> constant)
  2. f_x(t, α) = v_0∙cos(α)∙t (Untuk memasukkan alfa, klik tanda gear)
  3. f_y(t,α) = 2+v_0∙sin(α)∙t−5∙t^2 
  4. Centang pada Slider >> slider No.1 

Untuk memunculkan slider,  klik View >> show slider. Ubah nilai max pada slider 1 menjadi 100, dan gerakkan slider dari 0 ke 100, saya sarankan menggunakan keyboard panah kanan daripada menggunakan mouse. Jangan lupa merubah setting sudut (angle) dari radian ke degree pada Setting >> Configure KmPlot. Maka trajectory gerak parabola akan terlihat dengan mengubah nilai pada slider tsb dimana nilai tsb adalah nilai sudut α. Sebagai bukti, jarak maksimum gerak parabola dirumuskan sbb:
$$x_{max} = \dfrac{V_0^2*\sin{(2\alpha)}}{g}$$
Sehingga jika menempatkan slider pada 76 diperoleh jarak pada tinggi maksimum 18.79 seperti tampak pada grafik dibawah.

Selamat mencoba!