Melepas penat di waduk Gondang Lamongan

Waduk Gondang adalah sebuah waduk yang ada di provinsi Jawa Timur, Indonesia, tepatnya terletak 19 km arah barat Lamongan, di desa Gondang Lor dan Deket Agung Kecamatan Sugio. Sebagai tempat wisata, waduk ini cukup murah meriah. Tapi saya sendiri nggak tahu berapa harga pasti tiket masuknya karena waktu itu dibayari teman (thank’s friend), mungkin sekitar 3000 rupiah. Untuk menuju waduk gondang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi karena lebih mudah dan saat kesana saya juga menggunakan kendaraan pribadi milik teman. Jika terpaksa, dapat menggunakan angkutan umum dari lamongan menuju gondang.Waduk gondang menawarkan panorama yg “cukup” kalo hanya untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari atau sekedar rekreasi ringan. Selain waduk sebagai obyek wisata utama, juga dilengkapi beberapa fasilitas lain seperti kebun binatang mini serta shelter-shelter tempat peristirahatan. Harga sewa perahunya-pun murah, hanya 20.000 rupiah, (bandingkan dengan sewa perahu untuk melintasi sungai musi yang 50.000 rupiah, itupun yg paling murah) dan di tengah-tengah waduk kita bisa minta turun sebentar untuk menginjakkan kaki di pulau kecil di tengah waduk tersebut (mirip pulau samosir di danau toba, lebih jelasnya lihat foto dibawah).

Pulau Samosir di Waduk Gondang
Berfoto di Pulau Samosir Waduk Gondang

Seperti halnya tempat wisata lain, waduk yang diresmikan oleh presiden suharto tahun 1987 ini juga banyak ‘disalah gunakan’ sebagai tempat pacaran. Seperti halnya saat saya kesana bersama teman-teman saya, malah teman saya sendiri ngacir bersama pacarnya begitu nyampai di waduk, walhasil sayapun main-main sendiri ma teman-teman yg lain. Waduk gondang tersebut juga digunakan untuk perikanan, terlihat di tengah-tengah waduk terdapat kolam buatan (terapung) yang memanfaatkan air waduk. Para pemancing juga cukup banyak yang memperlihatkan tingginya jumlah ikan di waduk ini. Fungsi lain waduk ini tentu saja sebagai pengairan untuk daerah sekitar waduk tsb. Dengan luas 6,60 Ha dan kedalam sekitar 29 meter, debit air di waduk tsb mampu memenuhi fungsi pengairannya.Ketika ke sana, saya benar2 menikmati panorama perairan dan pemandangannya (setelah kemarin ke gunung hanya melihat hutan dan hutan), sekedar untuk melepas penat dari aktivitas kampus yg menyita pikiran, waktu dan tenaga. Pikiran serasa fresh kembali apalagi ketemu ma teman SMA yg ga nggenah semua (huahahaha…) dan akhirnya… saya bisa tertawa kembali…Tapi kemanapun kami pergi, kata teman2 saya tujuannya cuma satu: untuk foto-foto. Ya, kami ‘take a lot photo’ di sana, tapi sayang fotonya dari hape, jadi kualitasnya nggak seberapa (tapi gapapa lah, yg penting udah foto2). Setelah puas main-main kami pun kembali kerumah teman saya dilamongan. O,ya tidak jauh dari lokasi waduk terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Blambangan, istri Kanjeng Maulana Iskak yang juga disebut Mbok Rondo Gondang merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri. Ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah. Kalo sempet bisa mampir kesitu, namun saya sendiri tidak sempat mengunjungi tempat tersebut…

Sayang, seperti halnya tempat-tempat wisata lainnya, waduk gondang dijadikan tempat pacaran, sekali lagi, tempat pacaran. Jangan ikut-ikut pacaran di waduk gondang, kawan!!

(“………jangan dirumah aja, jalan-jalanlah agar kita semakin mengenalNya melalui CiptaanNya, “Robbana Ma kholaqta hadza baatila, Subhanaka faqiina ‘adzabannaar”)

Cerita tentang waduk Gondang lainnya ada disini

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s