Ratu Semut

Ilustrasi Ratu Semut yang ditandu oleh prajurit semut

Dalam surat An-Naml:18 Allah SWT berfirman:

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”
Kata “namlatun” dalam semua terjemah hanya dikatakan seekor semut. padahal…pada kata ini terdapat akhiran ta’ marbutoh yang menyatakan muannats. Kata ini mengindikasikan bahwa semut dipimpin oleh seorang ratu sperti halnya lebah. Kenapa dikatakan Ratu ? Karena semut tersebut (namlatun) juga menyeru kepada semut yang lain. Kata “Yaa Ayyuhannamlu” yang artinya Hai semut-semut hanya digunakan oleh ratu atau yang memiliki kekuasaan lebih tinggi seperti halnya Allah memerintah kepada kita dengan “Ya ayyuhalladzina amanu”. Semut tersebut juga memerintahkan kepada semut lain untuk masuk sarangnya. Tentunya yang dapat memerintah hanyalah yang mempunyai kekuasaan lebih tinggi/ratu. Bagaimana dengan fakta sains saat ini ?apakah sains mengatakan bahwa semut dipimpin oleh ratu (semut betina) ? Sampai sekarang saya belum menemukannya, namun itulah fakta al-quran, Qura’anic science, dan sains pastilah sejalan dengan al-Quran.

(by bagustris, from stadium general “islamisasi sains”, Agus Pur DSc)

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s