Mata lalat ilhami medical imaging [1]

Lalat begitu mudahnya mengubah arah tebangnya dalam sesaat, “dia” juga begitu pandai memilih bunga mana yang memiliki lebih banyak kandungan nutrisinya, apa yang membuat lalat begitu sophiticated seperti ini ?? Let see…
Anatomi Lalat
Secara umum anatomi insekta terdiri atas 3 bagian: head, thorax dan abdomen. Sedangkan mata lalat terdiri atas beberapa bagian yang membentuk mata jala atau terlihat seperti lubang. Gabungan bagian -bagian itu dinamakan mata majemuk (compound eye). Lubang yang kita lihat adalah kornea, terdiri atas bebrapa mata facet. Tiap mata facet merepresentasikan sebuah elemen penglihatan tunggal, disebut ommatidium yang memanjang turun sampai ke inti mata. tiap omnatiodium terdiri atas :
  1. Corneal lens: sebuah hexagonal facet dengan selaput transparant yang membentuk lensa.
  2. Crystaline cone: gabungan dari 4 sel
  3. Pigmen cells, sekeliling crystaline cone dan retinula cells yang memisahkan satu ommatidium dengan ommatidium lainnya.
  4. Retinula cells, sel penglihatan pada tiap dasar ommatidium dengan struktur photoreceptor yang disebut rhabdom.
Mata Majemuk atau Mata Facet Lalat
Sebuah mata majemuk lalat tersusun atas satuan optik berjumlah sangat banyak, masing-masing dengan lensa optiknya sendiri,dan menghasilkan sejumlah besar gambar. Rangkaian saraf dari setiap satuan optik mengambil hasil rata-rata dari gambar yang ada, sehingga dihasilkanlah sebuah bayangan gambar yang lebih jelas daripada latar belakang yang dipenuhi pengotor. Mata lalat dapat mengindra getaran cahaya 330 kali per detik. Ditinjau dari sisi ini, mata lalat enam kali lebih peka daripada mata manusia.Pada saat yang sama, mata lalat juga dapat mengindra frekuensi-frekuensi ultraviolet pada spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh kita.Perangkat ini memudahkan lalat untuk menghidar dari musuhnya, terutama di lingkungan gelap. Mata majemuk lalat merupakan alat tubuh terpenting yang memainkan peran dalam sistem penglihatan, sebuah fungsi teramat penting dalam kelangsungan hidup binatang tersebut. Ketika alat tubuh ini diteliti, akan kita saksikan lensa-lensa, yang secara khusus menghamburkan cahaya, membentuk permukaan cekung yang memberikan ruang penglihatan yang luas dan memusatkan bayangan [gambar yang terbentuk] pada satu titik pusat. Sisi-sisi satuan optik [optical unit] pada permukaan tersebut berbentuk segienam (heksagonal).

Berkat bentuk segienam ini, satuan-satuan optik itu satu sama lain terpasang rapat. Dengan cara ini, celah-celah kosong yang tidak diinginkan — yang muncul
jika bentuk geometris lain digunakan — tidaklah terbentuk; dengan demikian penggunaan paling menguntungkan dari luasan yang ada telah diterapkan. Meskipun berkas-berkas cahaya yang berasal dari sejumlah besar lensa diperkirakan akan menghasilkan sebuah bayangan gambar yang kacau, ini tidak pernah terjadi, dan lalat dapat melihat sebuah ruang penglihatan yang luas dalam satu bayangan gambar.


Di dalam Al Quran Allah berfirman :

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.Al-Hajj:73)


Lalu bagaimana bisa menghilamahi pencitraan medis (medical imaging) ?
Bersambung… disini .
 

Sumber:
-howstuffworks.com
-bpmedia.com
-harunyahya.com

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s