Self Control System

Pada sistem pengendalian (control system), suatu sistem dapat dimodelkan melalui blok diagram yang mengandung fungsi transfer berupa persamaan matematis. Pada bagian ini saya mencoba mengaplikasikan sistem pengendalian tersebut untuk mengendalikan diri, self control system (self CS).
Pada umumnya sistem pengendalian umpan balik (feedback CS) terdiri atas empat elemen utama: Controller (pengendali), Actuator (penguat), Plant (Proses yang dikendalikan) dan Feedback (umpan balik). Pada Self CS, bertindak sebagai controller (pengendali) adalah Al-Quran, Actuatornya adalah Al Hadist, Proses yang dikendalikan adalah sikap/perbuatan diri sendiri dan elemen feedbacknya adalah hati (Qalbu). Elemen-elemen tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.Kontroler : Al-Qur’an
Kontroler merupakan elemen pengendali yang menghasilkan sinyal kontrol bagi plant. Al-Quran sebagai pedoman hidup juga berfungsi untuk mengendalikan diri kita. Ayat-ayat Alquran banyak yang memerintahkan untuk mengendalikan diri. Output dari kontroler ini adalah sinyal kontrol.
2.Actuator : Al-Hadist
Actuator merupakan elemen penguat dan pengkonversi yang berfungsi untuk menguatkan sinyal kontrol dari kontroler menjadi sinyal baru dengan daya yang lebih besar dan sesuai daya yang dibutuhkan oleh plant. Jadi disini Alhadist memperkuat ’sinyal’ dari Al-Quran dan mengkonversinya sehingga menjadi lebih jelas agar isi Al-Wuran tersebut dapat dipahami dan diamalkan.
3.Plant : Diri sendiri
Plant merupakan proses yang dikendalikan. Disini variabel proses yang akan dikendalikan misalnya adalah sikap,amal,perbuatan, nafsu dan lain sebagainya yang keluar dari diri kita. Bagaimana caranya agar sikap kita sesuai dengan Al-Quran dan Al-hadist, disinilah proses itu berlangsung. Output sikap kita akan dumpan balikkan oleh hati untuk mengetahui besarnya Error, E (s).
4.Feedback : Hati
Hati merupakan elemen pengumpan balik dimana output yang akan dihasilkan dibandingkan dulu dengan setpoint (input). Rasulullah pernah bersabda: ”Dengarkanlah kata hatimu..” meskipun ulama memfatwakan boleh, jika hatimu melarangnya maka jangan kamu lakukan. Setiap aktivitas yang akan kita lakukan akan diumpan balikkan (feedback) oleh hati untuk dibandingkan dengan Al-Quran dan Al-Hadist, begitu seterusnya.

Sedang secara matematis, blok diagram tersebut dapat disederhanakan menjadi fungsi
transfer sebagai berikut:
Dimana :
GD(s) : Al-Quran & Al-Hadist
GP(s) : Diri Sendiri
H(s) : Qolbu
C(s) : Ouput Sistem
R(s) : Input Sistem

Begitulah, apapun yang akan kita lakukan jika dikendalikan maka akan menghasilkan
controlled variable (variable terkontrol/terkendali) C(s) yakni yang sesuai/sebanding dengan Al-Quran dan Al-Hadist (GD(s)). Hal itu terlihat dalam persamaan matematis diatas.

Akal (brain) sengaja tidak saya masukkan karena Agama ini tidak menurut akal, namun
harus mengikuti/taat (yakin) pada ketentuan Allah SWT.

Semoga Bermanfaat.

Reference:
– Nurlita Gamayanti ST, Modul Sistem Pengaturan (dowloaded from inherent.its.ac.id)
– Katsuhiko Ogata, Modern Control Engineering, Prentice Hall Inc,1997.
– Etc.

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s