Ayo bersepeda pancal ke kampus..

Ha..ha..ha akhirnya keturutan juga keinginanku untuk bersepeda pancal ke kampus. Meski udah semester 6 dan insyaAllah tinggal setahun lagi, tapi nggak masalah. Nggak ada kata terlambat. Daripada ikut demo menolak kenaikan BBM, capek, laper trus ungkrang-ungkrung di jalan dengan tujuan nggak jelas lebih baik lakukan langkah konkrit. Pas nggak punya uang lebih buat beli BBM (ato kalopun punya mending buat beli yang lain), pas punya keinginan berlebih, pas lagi ada isu global warming, pas lagi krisis energi dan pas-pas yang lain, mancal ke kampus merupakan solusi terbaik…

Jarak-rumah kampus nggak sampe 10 km, berarti pp (pergi pulang) nggak nyampe 20 km. Bisa sekalian berolahraga, begitu pikirku dulu. Ternyata benar, sehari minimal dua kali aku berkeringat: ketika berangkat dan pulang kul. Efek lainnya, jadi ngos-ngosan ketika nyampe di ruang kelas ato pas nyampe di rumah. Masih banyak manfaat bersepeda selain menyehatkan badan. Yang paling kerasa tentu saja kantong kita bisa jadi lebih hemat karna (buatku) bersepeda ini mengirit lebih dari 50 % dana buat BBM. Biasanya hampir separu jatahh bulananku tersita untuk beli BBM. Sekarang, cuma sekitar seperempatnya saja. Dengan besepeda kita juga mikir untuk kelayapan kemana-mana soalnya ya itu tadi… takut kecapekan.


Berkaitan dengan isu krisis energi. Mancal ke kampus tentu saja mengirit bahan bakar. yang irit mungkin bahan bakar pribadi (tapi yang ini juga bisa diirit lho, dengan puasa misalnya). Dengan mengirit bahan bakar tentu saja memperlama lifetime dari bahan bakar fossil yang diprediksi akan habis beberapa tahun lagi. Liat tu teman2 mahasiswa kita, mereka berdemo menolak kenaikan BBM, tapi dari kampus ke kost aja yang cuma beberapa meter mereka menggunakan sepeda motor pa itu nggak pemborosan namanya…


Berkaitan dengan isu pencemaran udara yang berhubungan langsung dengan global warming, sepeda motor tu ternyata lebih mencemari udara dibandingkan dengan kendaraa roda empat. Coba liat berapa banyak sepeda motor dijalan dibandingkan jumlah kendaraan roda empat. Data tidak akurat yang saya terima, sepeda motor empat kali mencemari lebih banyak daripada mobil. Dengan tidak memakai sepeda motor berarti kita menghambat laju pemanasan global= mengurangi pencemaran udara…


Nah parahnya, dampak-dampak negatif lingkungan tersebut dan juga krisis energi ternyata lebih banyak diakibatkan oleh sepeda motor daripada kendaraan lainnya. Dan salah satu oknum pengguna sepeda motor terbanyak adalah mereka yang menyebutnya mahasiswa !! Ayo dunk mas-mas mahasiswa, jangan cuma teriak2 menolak kenaikan BBM namun sampeyan sendiri boros BBM. Menolak kenaikan TDL padahal komputer sampeyan di kampus dan di kost nggak pernah mati. Ngaca dunk !! jangan cuma ngomong doank, lakukan langkah konkrit !! Ayo besepeda pancal ke kampus !!

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s