My Bike: New Looks

Inilah sepedaku, sepeda yang telah kupakai sejak SD, SMP, SMA (kalau pulang), dan bahkan sampai kuliah sekarang. Sebenarnya Pak Cik Nanang, si empunya asli sepeda ini, tiada pernah secara resmi menyatakan jikalau dia memberikan sepeda ini kepadaku. Namun, secara otomatis sepeda ini sudah menjadi milikku sejak SD. Lihatlah penampilan barunya, gagah nian bukan??

Merek asli sepeda inipun aku juga tidak tahu menahu. Namun kemarin, pas bongkar-bongkar mau di cat, ada ukuran (apa hubungan ukuran dengan merk) sepedanya. Nah ‘pinternya’ saya nggak mencatat ukuran sepeda (frame), yang selalu saya ingat malahan ukuran ban-nya sakni 27 x 1 1/4. Saya memakaikan ban bridgestone di salah satu rodanya.

Sekarang beralih ke modifikasi sampai menghasilkan tampilan baru (new looks) seperti di atas..
Pertama kali ku bawa ke kota, sepeda ini masih kampungan, untung sadelnya udah kuganti dengan dengan selle royal, aseli bikinan itali yang nyaman di pantat, Harganya tak kurang dari 100 ribu, sesuai dengan kualitasnya.
Pada up grade tahap dua, beberapa komponen tua langsung saya ganti, dengan bantuan montir sepeda pancal profesional yang juga ayah temanku. Tak kurang: Catok Rem (45rb), Pedal Twin (45rb), Jagang Tengah Alloy (25rb), Kawat Operan Shimano, Trek Sadel (8rb) dan bel kubah (12,5rb) kupasang menggantikan komponen lama maupun komponen yang sudah ada. Setelah upgrade tahap II ini sepedaku terasa nyaman. Hampir tiap hari kupakai kuliah, lewat jalan kertajaya sambil lepas stir, biarin yang lain pada ngiri…
Tak puas dengan kondisi itu, sebulan kemudian sepeda ini kurombak lagi, towards new looks. Ruji besi kuganti dengan yang stainles steel (1 set 75 rb) biar ga karaten ditelan zaman. Gear depan kuganti dengan shimano 3 operan (110 rb), agar jalan menanjak tak jadi masalah. Untuk menyesuaikannya, dibeli (dibelikan tukangnya di jl kenjeran) pula As/poros depan dengan harga murah 25 rb. Oya, rantai yang sudah aus kuganti dengan yang baru, made in china, cuma 15 rb. Sekarang udah siap ganti penampilan, towards new look.
Tak dinyana, beberapa hari sebelum pengecatan, aku nubruk taksi dai belakang, (karena nyetir sambil ngelamun), untuk sopir taksinya tidak marah. Tapi tahukah engkau dampaknya bagi sepedaku? Parah, frame bagian depan nekuk dan garpu depan juga nekuk kedua-duanya. Harus dibawa ke tukang las untuk diluruskan, ongkosnya tak kurang dari 35 ribu.
Tak masalah, setelah selesai urusan ngelurusin frame-nya. langsung kusapukan remover cat untuk menghilangkan bekas cat, ke amplas sampai halus, dan ku pilox secara merata. Hasilnya, bisa kau lihat sendiri, tak kalah dengan buatan tukang-tukang cat yang pakai kompressor. Hebat nian pengecatanku, warnanya pun klop dengan warna komunitas bike2work, black and yellow. So, mulai saat itu aku menyebutnya blackow.

Satu kekurangannya, setelah frame-nya dilurusin, sepandai apapun tukangnya, tentunya hasilnya tak bisa semulus sebelumnya. Pasti susunan struktur atom dalam besi-nya (entah itu FCC atau BCC) berubah. Walhasil, aku menjadi tidak begitu seimbang kalau lepas setir. Tapi biarlah, yang jelas tarikannya tambah enteng, dan juga penampilannya tambah kereng & keren…
Aku tetap bangga menaikinya..

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s