Kunci Langit & Bumi

Lama tidak mengunjungi blog ini, lama juga tidak nulis. OK, kembali ke tema awal blog ini, tentang Al-Qur’an dan Sains, kali ini lebih tentang tafsir Al-Quran.

Pada surat Az-zumar ayat 63 Allah SWT berfirman:

لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya:

Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

Apakah maksud “Kunci-kunci langit dan Bumi” pada ayat tersebut..?

Ayo yang punya kitab Tafsir dibuka tafsir dibuka: Ibnu Katsir, Jallalain atau yang lain. Yang punya maktabah syamilah di laptop/PCnya juga silakan dibuka atau dicari, disitu lebih lengkap.

Alkisah, sahabat Usman bin ‘Affan ra-lah yang pertama kali menanyakan maksud “Kunci-kunci langit dan Bumi” pada ayat tsb. Rasulullah SAW menjawab, bahwa yang dimaksud kunci-kunci langit dan bumi pada ayat tersebut adalah sebagai berikut (menurut salah satu tafsir),


Rasulullah SAW menambahkan, barang siapa membaca kalimat tersebut maka akan mendapatkan beberapa fadilah sebagai berikut:

  1. Akan dijaga dari iblis dan bala tentaranya.
  2. Akan diberikan pahala yang berlipat-lipat.
  3. Akan diangkat derajatnya di surga.
  4. Akan dikawinkan dengan bidadari yang indah matanya (di surga).
  5. Paling sedikit akan dijaga oleh 12 malaikat pada hari itu.
  6. Akan diberi pahala seperti orang yang mengkhatamkan Al-Quran, Injil, Taurat dan Zabur.

Tidak hanya itu, dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa Allah akan memberi pahala seperti orang yang haji dan umrah, dan apabila mati pada hari itu maka dicatat sebagai mati syahid.

Ayo, cepetan dihafalkan dan diamalkan gih, gak banyak kan..? cuma enam (6) doank.

Di riwayat lain, bunyinya seperti ini (kunci-kunci langit dan bumi):

  1. Lailahailallah,
  2. Allahuakbar,
  3. Subhanallah Alhamdulillah,
  4. Astaghfirullah,
  5. Wala quwwata illa billah,
  6. Al Awwalu, wal akhiru wa dhohiru wal baathin, bi yadikal khoir, yuhyii wa yumiit, wa huwa ‘ala kulli syai in qodiir.

Jangan tannya riwayat hadisnya karna saya bukan ahli hadist, hehehe, yang benar waktu ngaji itu saya ngantuk sambil sesekali tertidur jadi ndak hapal riwayat hadisnya. Untung masih sempat saya catat sebagian.

Nggak diamalkan juga nggak papa, nggak ada yang rugi kok…😀

Yang jelas, itulah Kunci Langit dan Bumi Menurut Al-Quran. Bukan Kunci Langit dan Bumi yang seperti ‘ditafsirkan’ dalam buku Ayat-ayat Semesta yang berupa Kekayaan Alam seperti emas, minyak bumi, batu bara dan lain-lain yang banyak ditemukan di negara Islam. (Buku ayat-ayat semesta halaman 265-267). Sampai sekarang pun saya belum faham bagaimana beliau dapat menafsirkan kunci langit dan bumi berupa kekayaan alam dan bahan mineral dalam rangka Islamisasi sains. Kalau cuma itu saja, mungkin itu kunci bumi (dunia) saja. Padahal sains islam tidak hanya menjangkau kehidupan dunia (langit) tapi juga kehidupan akhirat (langit) kelak.

Dan saya lebih setuju kunci langit dan bumi ditafsirkan berdasarkan Al-Quran dan tafsir seperti diatas.

Wassalam, wallahu alam bishowab.

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s