Waduk Gondang, Lamongan

Waduk Gondang Lamongan terletak 19 km arah barat Lamongan, di desa Gondang Lor dan Deket Agung Kecamatan Sugio. Sebagai tempat wisata, waduk ini terbilang cukup murah meriah. Untuk menuju waduk Gondang, ada beberapa cara yakni dengan kendaraan pribadi atau dapat juga menggunakan angkutan umum dari Lamongan menuju Gondang. Sebagai informasi, waduk Gondang ini diresmikan oleh Presiden Suharto tahun 1987. Luas waduk Gondang adalah 6,60 Ha dan kedalaman waduk Gondang sekitar 29 meter, kapasitas air normal mencapai 23 juta m3 mampu mengairi lahan pertanian seluas 8.412 Ha.

Pintu Masuk Waduk Gondang
Selain sebagai sumber irigasi pertanian, waduk Gondang Lamongan juga difungsikan untuk penyediaan kebutuhan air minum di beberapa daerah di Kabupaten Lamongan. Tak kalah pentingnya, waduk Gondang juga sebagai tujuan wisata untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di Waduk Gondang, pengunjung dapat menikmati keindahan waduk sambil memancing ikan. Tersedia pula perahu untuk mengelilingi areal waduk, dan beberapa fasiltas lain seperti tempat bermain anak-anak, sepeda air, dan kebun binatang mini yang dihuni sekawanan rusa, burung merak, dan satwa lainnya. Harga sewa perahunya-pun murah. Saat saya ke Waduk Gondang tahun 2007 lalu, sewa perahu di Waduk Gondang hanya 20.000 rupiah, (bandingkan dengan sewa perahu untuk melintasi sungai musi yang 50.000 rupiah, itupun yg paling murah) dan di tengah-tengah waduk kita bisa minta turun sebentar untuk menginjakkan kaki di pulau kecil di tengah waduk tersebut. Pulau di tengah waduk Gondang itu mirip pulau samosir di danau toba, lebih jelasnya lihat foto di bawah.


Pulau kecil di tengah Waduk Gondang
Di hutan sekitar kawasan waduk sering pula digunakan untuk tempat perkemahan. Tidak jauh dari lokasi waduk terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Blambangan, istri Kanjeng Maulana Iskak yang juga disebut Mbok Rondo Gondang merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri. Ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah.
Pada libur akhir pekan dan liburan panjang seperti lebaran dan tahun baru, jumlah pengunjung meningkat dari hari biasa dengan kenaikan bisa mencapai 300%. Mereka bukan hanya dari Lamongan saja, tapi juga dari daerah sekitar, mulai Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Jombang, Mojokerto Bojonegoro dan Tuban. Sebagaimana ditetapkan pada Perda Lamongan nomor 13 tahun 2004, untuk tiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 1.500,- yang tentunya menjadi salah satu income PAD.
Berfoto bersama teman SMA di Waduk Gondan
Potensi waduk Gondang sebenarnya masih perlu kembangkan untuk mengundang lebih banyak pengunjung. Misalnya dengan pembuatan dan penataan taman-taman lebih optimal untuk memperindah, memperhijau dan menyegarkan kawasan. Penyediaan fasilitas bermain anak-anak yang lebih menarik dan menyenangkan. Pengelolaan kebun binatang mini yang lebih baik dan penataan pedagang-pedagang kecil yang lebih rapi.
Seperti halnya tempat wisata lain, sayang potensi waduk Gondang yang besar lebih banyak digunakan untuk tempat pacaran. Bila anda mengunjungi waduk Gondang, akan banyak muda-mudi yang pacaran disana. Seharusnya ini menjadi PR bagi pemerintah daerah Lamongan untuk lebih menata dan menggali potensi waduk Gondang sebagai sarana rekreasi yang mengasyikkan.

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s